Running Text

ASURANSI GENERALI INDONESIA MEMBERIKAN 2 PERLINDUNGAN SEKALIGUS YAITU PERLINDUNGAN KESEHATAN SEKALIGUS PERLINDUNGAN INVESTASI DARI KRISIS EKONOMI

Selasa, 04 Februari 2014

Produk Asuransi Generali I-PLAN

adalah produk asuransi unit link yang inovatif dengan pembayaran premi reguler, memberikan proteksi jiwa dan keuntungan investasi dengan risiko yang terukur dan terjaga. iPLAN adalah salah satu produk utama yang disajikan oleh PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia semata-mata untuk menjawab kebutuhan pelanggan sebagai solusi finansial.

Diluncurkan pada bulan Juni 2011, produk ini ditujukan untuk segala usia  , tidak hanya untuk orang dewasa namun juga ditujukan untuk anak-anak, dengan kata lain, produk ini memberikan perlindungan kepada siapa saja pada usia 6 bulan dan berakhir pada usia 99 tahun.
Produk ini dilengkapi dengan fasilitas fitur unik serta canggih Auto Risks Management System (ARMS) yaitu sebagai alat pengaman dalam berinvestasi dan mampu mengoptimalkan hasil investasi Anda, fitur ini tidak dimiliki produk-produk sejenis dari perusahan asuransi lainnya. ARMS dilengkapi dengan Auto Trading, Auto Balancing dan Auto Re-Entry. Dengan adanya fitur-fitur unik ini, yang akan memonitor serta melindungi investasi Anda sesuai dengan batas toleransi risiko Anda.
Untuk memaksimalkan manfaat proteksi, produk ini dapat dikombinasikan dengan produk-produk tambahan atau rider yang memberikan proteksi jiwa yang menyeluruh untuk Anda dan keluarga Anda. Hingga saat ini, iPLAN menawarkan 13 pilihan rider, seperti:
  • TPD-PLAN (Total Permanent Disability),
  • ADB-PLAN (Accidental Death Benefit),
  • ADDB-PLAN (Accidental Death & Disablement Benefit),
  • CI Add-PLAN(Critical Illness Additional),
  • CI Accel-PLAN (Critical Illness Accelerated),
  • Health-PLAN,
  • Medical PLAN,
  • Parent Term Life
  • Spouse Term Life-PLAN,
  • Child Term Life-PLAN,
  • Waiver of Premium,
  • Waiver of Premium Parent
  • Waiver of Premium Spouse
Serta kedepannya, iPLAN akan dilengkapi dengan beberapa varian lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:
Contact Person +62 823 68356676
Email: hmc.sukses@gmail.com



Cerita Asuransi

Masih terdengar dalam benak Andi, apa asuransi itu? Mengapa orang-orang begitu memandang penting asuransi ini? Mengapa orang-orang di TV itu begitu menyesali karena tidak mempunyai asuransi kesehatan, hingga saat masuk rumah sakit mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan karena ketiadaan biaya? Apa orang tua-nya juga mempunyai asuransi kesehatan?
Ya, semua pertanyaan itu masih tersimpan dalam benak Andi. Anak usia 8 tahun, berulang dan terus berulang sejak dia menyaksikan tayangan berita TV. Pertanyaan yang dia ajukan pada ibunya tidak cukup memberinya jawaban.
Berita di TV itu memang cukup membuatnya berpikir, seorang anak seusianya harus dirawat di Rumah Sakit karena tidak bisa berjalan. Sakit kuning, liver, ginjalnya rusak, itu kata ibu Andi saat Andi bertanya tentang sakitnya anak tersebut. Anak itu hanya bisa terbaring dengan banyak selang menempel di tubuhnya, peralatan medis terus berada di sampingnya. Cuci darah, itu yang di katakan oleh orang di TV. Andi sendiri tidak tahu apa benar darah bisa di cuci, tapi kata ibunya itu sangatlah mahal. Namun dengan asuransi, biaya Rumah Sakit bisa di bebaskan. Pernyataan ini yang menjadi sumber keingin-tahuannya.
Ruang kelas itu sunyi, guru Bahasa Indonesia sedang menuliskan catatannya di papan tulis. Andi yang masih penasaran sama sekali tidak bisa fokus pada pelajaranya, tiba-tiba dia bertanya memecahkan kesunyian kelas.
“Bu guru” Andi berteriak sambil mengangkat tangan mencari perhatian.
Seketika bu Puti yang sedang menulis menoleh kebelakang, mencari sumber suara dan menemukan acungan tangan Andi.
“Ada apa?” Tanya bu Puti sambil berbalik.
“Apa asuransi itu?” Andi balik bertanya.
“Maksudnya?” Bu Puti mencoba menyimak pertanyaan Andi, ini bukan bahasan pelajaran kali ini yang sedang membahas kosa kata.
“Apa asuransi itu?” Ulang Andi. “Katanya biaya Rumah Sakit bisa bebas dengan asuransi.” lanjutnya.
Bu Puti yang tadi masih sedikit ragu dengan pertanyaan muridnya, sekarang sepenuhnya menyimak pertanyaan Andi. Sejenak dia berpikir, akankah menjawab pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran. Namun keingin-tahuan muridnya harus terjawab dengan benar.
“Asuransi itu jaminan kita” jawab bu Puti. “Asuransi itu menjamin kita saat kita sakit, kecelakaan, meninggal dunia dan lain-lain sesuai perjanjian sebelumnya.”
“Berarti semua bisa mendapat asuransi?” Tanya Andi kembali.
“Ya, semua orang bisa punya asuransi.” Jawab bu Puti lagi.
“Kalau begitu kenapa anak kecil yang sakit di TV tidak dapat asuransi? Kan semua bisa dapat asuransi.” Tukas Andi.
“Semua orang bisa mendapat asuransi, selama orang tersebut mendaftar terlebih dahulu pada perusahaan asuransi.”
Bu Puti memperhatikan sekeliling kelas, saat ini bukan hanya Andi yang memperhatikannya. Namun, seluruh kelas sedang menatapnya menunggu jawaban. Berita di TV itu memang ramai di bicarakan di Sekolah, jadi wajar jika semua siswa juga ingin tahu jawabannya seperti Andi.

” Asuransi itu ada berbagai macam.” Bu puti mencoba menjelaskan. “Ada asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan ataupun asuransi khusus yang dibuat secara khusus peruntukannya sesuai dengan perjanjian. Umumnya kita harus mendaftar dahulu pada perusahaan asuransi dan MENABUNG sesuai kemampuan kita. TABUNGAN ini bisa untuk asuransi perlindungan kesehatan misalnya, dengan MENABUNG setiap bulan atau setiap tahun dengan jumlah tertentu sesuai perjanjian. MANFAATNYA adalah, apabila kita mengalami resiko kehidupan seperti sakit atau mengalami masalah kesehatan yang serius lainnya. Maka, pihak asuransi yang akan membayar biaya pengobatannya.” Bu Puti diam sejenak, mencoba semudah mungkin penjelasannya bisa di serap oleh murid-muridnya.

“Jadi kalau Andi ingin ikut asuransi kesehatan, Andi harus daftar dahulu dan menabung setiap bulan. Nanti kalau sakit, asuransi yang akan membayar biaya pengobatannya. Jadi kita tidak perlu pusing atau takut sakit sedang tidak ada uang, karena asuransi yang akan mengurusnya sesuai dengan perjanjian.” Sambung bu Puti.
“Tapi kalau Andi tidak pernah sakit, uangnya bagaimana? Kan rugi tiap bulan bayar iuran asuransi?” Andi kembali bertanya, mencoba membayangkan dia ikut asuransi dan membayar iuran setiap bulan tapi tidak pernah sakit.

“Namanya Juga TABUNGAN. Jadi kalau dalam jangka waktu 10 tahun atau sampai kita meninggal tidak pernah sakit, uangnya akan akan menjadi Uang PENSIUN dikala kita sudah TUA. Jadi tidak hilang.” Bu puti senang penjelasannya mendapat respon yang baik dari Andi.

“Terus kenapa yang sakit di TV tidak dapat asuransi? Apa dia tidak ikut asuransi?” Kali ini yang bertanya Mita, teman Andi yang lain yang juga ikut memperhatikan penjelasan gurunya.
“Untuk kasus anak di TV itu lain lagi kasus-nya. Asuransi yang dimaksud adalah asuransi gratis yang preminya di bayarkan oleh pemerintah. Jadi selain asuransi yang dikelola oleh perusahaan asuransi, ada juga asuransi yang di kelola oleh pemerintah. Contohnya asuransi jaminan kesehatan masyarakat bagi orang kurang mampu, seperti yang di bicarakan di TV.” Bu Puti mencoba merangkai kata yang bisa dengan mudah dicerna murid-muridnya.

“Kalau asuransi kesehatan pada umumnya, setoran TABUNGAN premi atau iuran asuransi kita sendiri yang bayar. Tapi kalau premi asuransi jaminan kesehatan masyarakat kurang mampu ini pemerintah yang bayar. Tapi, program asuransi jaminan kesehatan masyarakat kurang mampu ini hanya untuk orang yang kurang mampu atau orang miskin. Kalau kelas menengah atau orang kaya tidak bisa ikut program pemerintah ini, mengajukan-nya harus mempunyai beberapa persyaratan sesuai dengan yang di tentukan. Persyaratan inilah yang belum di penuhi oleh orang tua anak kecil di TV tersebut hingga biaya pengobatannya masih harus di tanggung sendiri oleh orang tuanya, padahal mereka termasuk orang kurang mampu.” BU Puti menghela napas setelah menjelaskan.
“Kita doakan saja agar persyaratan program asuransi jaminan kesehatan masyarakat ini segera dipenuhi oleh orang tua anak kecil tersebut, hingga biaya anak kecil tadi bisa gratis dan di tanggung pemerintah.” Saran bu Puti yang segera di aminkan oleh murid-muridnya.
“Aamiin!” Seru semuanya.
“Kalau kita bisa tidak dapat gratis dari asuransi pemerintah juga?” Tanya Andi yang semakin penasaran tentang asuransi.
“Bisa kalau kita memang berhak, yaitu kalau termasuk kurang mampu. Kan ada syaratnya kalau di masukan yang kurang mampu. Tapi kalau sudah di anggap mampu, ya harus ikut asuransi pada perusahaan asuransi dan menabung sendiri. Bagaimanapun sebaiknya kita bisa ikut asuransi sendiri, jadi bila ada sesuatu perusahaan asuransi yang bayar.” Sambung bu Puti. “Asuransi itu jaminan kita.” lanjutnya.
Anak-anak nampak diam, beberapa sibuk dengan pikiran masing-masing. Andi juga hanya diam setengah melamun, hanya Mita yang menatap tajam bu Puti. Ada sesuatu yang ingin dia ungkapkan.
“Bu, tapi ada juga yang kecelakaan di beri asuransi oleh pemerintah. Seperti kecelakaan pesawat jatuh dulu, padahalkan mereka tidak ikut asuransi dan tidak sakit?” Mita mengungkapkan isi pikirannya.
“Ya, namun sebetulnya bukan pemerintah secara langsung yang bayar. Tapi pihak asuransi, karena asuransi kecelakaan kendaraan umum itu tidak harus kita mendaftar sebagai peserta asuransi tertentu. Tapi ada juga aturan pemerintah yang mengharuskan perusahaan asuransi tertentu membayarkan tanggungan bila terjadi kecelakaan angkutan umum, walaupun kita tidak terdaftar resmi di asuransi tersebut.”

“Sebetulnya kita membayar premi juga walau secara tidak langsung, contohnya saat kita beli tiket pesawat atau kereta api. Didalamnya sudah termasuk premi asuransi kecelakaan angkutan umum, jadi jika terjadi kecelakaan pesawat, kereta api dll. Perusahaan asuransi yang di tunjuk pemerintah itu akan membayar tanggungan.” Bu Puti diam sejenak. “Tapi harus di ingat tidak semua kecelakaan di tanggung asuransi yang pemerintah tunjuk, untuk itulah pentingnya kita ikut program asuransi.”
“Memang perusahaan asuransi banyak ya bu?” Mita kembali bertanya.
 
“Ya, perusahan asuransi cukup banyak. Salah satunya perusahaan asuransi Generali Indonesia, program asuransi juga banyak. Seperti yang sudah ibu jelaskan.” Bu Puti menatap Mita. ‘Kamu ingat apa saja program asuransi?” tanya bu Puti pada Mita.
“Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Jiwa. Terus ada juga asuransi kesehatan pemerintah sama asuransi kecelakaan angkutan umum yang ditunjuk pemerintah” jawab Mita lancar. Rupanya Mita memperhatikan dengan sungguh-sungguh dan mampu mengingat penjelasan bu Puti.
“Benar, ada lagi yang mau ditanyakan tentang asuransi?” Bu Puti memandang berkeliling. “Kalau tidak ada kita kembali lagi pada pelajaran kita.” Bu Puti menatap Andi yang mengangguk, 30 menit memang terbuang. Namun sepertinya waktu tidak terbuang dengan sia-sia dan bermanfaat bagi murid-muridnya.
“Ayo tulis lagi!” Ajak bu Puti sambil kembali menghadap papan tulis.
Andi segera mengambil pen dan mulai menulis dengan semangat, tidak ada lagi pikiran bercabang di benaknya. “Aku akan minta ayah untuk ikut asuransi kesehatan.” pikir Andi sambil mulai menulis.

Mari Menjadi Agent Asuransi

Setiap tahun, berbagai Perguruan Tinggi terus melahirkan wisudawan baru. Pascawisuda, mereka beratribut sebagai angkatan kerja baru dan bersiap untuk memperebutkan berbagai posisi pekerjaan di beragam perusahaan.

Ekspektasi mereka adalah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang pendidikan dan kompensasi penghasilannya pun memadai. Faktanya, kompetisi yang sengit untuk mendapatkan pekerjaan impian selalu dialami oleh setiap angkatan kerja baru.

Sebagai salah satu entitas bisnis yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu, industri asuransi membutuhkan pasokan tenaga kerja profesional untuk berbagai kebutuhan. Secara administratif, perusahaan asuransi jiwa membutuhkan tenaga-tenaga kerja profesional untuk mendukung sistem operasional di back office. Di lini depan, industri asuransi jiwa juga membutuhkan pasokan tenaga kerja beratribut darah segar untuk berposisi sebagai agen-agen asuransi profesional.

Pilihan Profesi
Saat ini, beragam kalangan yang berprofesi sebagai agen asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 150 ribu orang. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk (220 juta jiwa), jumlah itu masih terlalu kecil untuk bisa meng-cover potensi pasar produk asuransi jiwa di Indonesia.

Konkretnya, seorang agen harus mengakomodasi paling tidak 1.480 orang. Sebagai perbandingan, Malaysia memiliki 78 ribu agen asuransi jiwa dari total penduduk yang berjumlah 26 juta jiwa (1:330).
Dalam rangka menggalakkan kesadaran berasuransi dan menggeliatkan pertumbuhan asuransi jiwa di Indonesia, kalangan industri dan asosiasi mentargetkan pertambahan jumlah agen asuransi sebanyak 500 ribu orang pada 2010. Pertambahan kuantitatif ini sudah tentu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Kondisi ini merupakan peluang yang besar bagi angkatan kerja baru untuk menekuni profesi sebagai agen asuransi jiwa. Beberapa kali perhelatan Top Agent Award yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memunculkan impresi positif bahwa agen asuransi merupakan profesi yang bisa menjadi pilihan prospektif bagi kalangan profesional muda. Sedikitnya ada tiga alasan utama yang melandasi asumsi tersebut.

Pertama, kesadaran masyarakat tentang pentingnya berasuransi mulai menunjukkan peningkatan. Mereka mulai menyadari pentingnya memproteksi diri dan keluarga terhadap berbagai kebutuhan keuangan di masa datang atau kejadian/hal tak terduga melalui pembelian berbagai produk asuransi.
Dengan cara itu, mereka bisa terhindar dari pengeluaran biaya besar untuk menyekolahkan anak di berbagai jenjang pendidikan, munculnya biaya tinggi bila terjadi sakit atau penyakit yang kronis, serta antisipasi terhadap berbagai kejadian lain. Kondisi ini merupakan atmosfer yang positif bagi agen asuransi untuk bisa memprospek, mengkonsultasi, dan menutup penjualan dengan para calon nasabah/pemegang polis.
Kedua, beragam kejadian tak terduga/kemalangan acap kali terjadi di tanah air. Bencana alam, musibah gempa, kecelakaan, dan munculnya wabah penyakit menjadi stimulans tersendiri bagi masyarakat untuk sesegera mungkin memproteksi diri dengan produk asuransi jiwa. Ini merupakan saat yang tepat bagi agen asuransi untuk mendedikasikan fungsinya sebagai konsultan bagi masyarakat guna mendapatkan produk asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ketiga, selain produk asuransi jiwa yang di dalamnya mengandung unsur proteksi bagi para nasabah, kini industri asuransi jiwa juga menawarkan berbagai produk asuransi jiwa yang mengandung unsur investasi, misalnya unit-link. Inovasi produk ini mendapatkan sambutan cukup intens dari masyarakat. Antusiasme tersebut seyogyanya disikapi sebagai peluang yang baik bagi para agen untuk melakukan penetrasi produk asuransi.
Secara filosofis, para agen tidak sekadar bertugas untuk menutup penjualan para pemegang polis. Lebih dari itu, mereka memposisikan diri sebagai konsultan keuangan jangka panjang bagi para nasabah. Ketika polis asuransi yang dibeli nasabah sudah terbit, bukan berarti tugas agen selesai.
Mulai saat itu, mereka memiliki tugas untuk mengkonsultasi dan membina hubungan yang baik dengan para nasabah. Para agen merasa puas bila nasabah terlayani dengan baik dan mereka mendapatkan proteksi sesuai dengan skema yang diperjanjikan. Momentum ini menjadikan kepercayaan masyarakat kepada agen asuransi mengalami peningkatan.
Beragam kondusivitas dan implikasi dari terbuka luasnya pasar asuransi sudah tentu mendatangkan kompensasi finansial bagi para agen asuransi yang berhasil mendapatkan nasabah. Kuncinya, semakin intens para agen memperlengkapi diri dengan skill dan knowledge tentang pemasaran asuransi, teknik penjualan, dan kode etik pelayanan nasabah, peluang untuk mendapatkan nasabah pun semakin besar. Tentunya, para agen asuransi harus gigih dalam bekerja dan menjadi konsultan yang baik bagi para calon nasabah.
Inilah saat yang tepat bagi angkatan kerja baru untuk menentukan pilihan profesi yang berkualitas. Manakala angkatan kerja terus bertambah dari waktu ke waktu, sektor asuransi jiwa pun membutuhkan ratusan ribu tenaga kerja berkualitas untuk berprofesi sebagai agen asuransi yang profesional. Esensinya, profesi sebagai agen asuransi jiwa bisa menjadi pilihan prospektif bagi angkatan kerja baru. Industri asuransi pun mulai menunjukkan perannya sebagai penyedia lapangan kerja yang berkualitas.
Segera hubungi Kami —> Tentang Kami

Senin, 03 Februari 2014

Kartu Kesehatan Generali




Nasabah Asuransi Generali mendapatkan Kartu Kesehatan yang dapat digunakan di lebih dari 600 Rumah Sakit diseluruh dunia kerja sama dengan Perusahaan Generali yang dapat memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah nasabah asurannsi generali di seluruh Dunia.


Generali Ada Di 68 Negara di 5 Benua, dengan melayani lebih dari 70 Juta nasabah diseluruh Dunia. Generali Group merupakan salah satu dari 5 Perusahaan  Jasa Keuangan terkemuka di Dunia.


Dari hasil penilaian Lembaga Peringkat Internasional, rating Generali data Update tanggal 24 januari 2013 dari 4 Lembaga Internasional adalah :

Rating      A


Rating   A

Rating   A-

Rating  Baa1


Penting Ga Sih ????

******

Saya percaya, setiap orang mempunyai prioritas utama / impian yang ingin dicapai dalam hidup. Misalnya :
■ ingin memiliki rumah sendiri
■ ingin membiayai pendidikan yang terbaik untuk anak sampai tamat kuliah
■ ingin membiayai pernikahan
■ ingin membiayai kegiatan ibadah suci, dll
Impian-impian diatas memerlukan biaya yang tidak sedikit, dan karena impian tersebut dianggap penting dan menjadi prioritas, maka dari itu sebagian besar dari kita rela bekerja keras untuk bisa mengumpulkan penghasilan dengan harapan impian-impian tersebut dapat dicapai di masa depan.
Namun pernahkah anda berpikir bagaimana seandainya jika kita tidak dapat bekerja lagi (hal yang pasti adalah, suatu hari nanti semua dari kita tidak dapat bekerja lagi) mungkin karena alasan terkena PHK,
sakit, kecelakaan, atau bahkan yg lebih buruk dari itu terjadi???
Apabila itu terjadi, otomatis keadaan finansial kita akan sangat terganggu, sebagian penghasilan yang susah payah ditabung untuk persiapan membiayai impian-impian seperti diatas terpaksa harus ditarik untuk membiayai hidup sehari hari, biaya pengobatan rumah sakit, dll.
Tentu tidak ada yang berharap hal-hal buruk tersebut terjadi dalam kehidupan kita. Tapi kita juga tidak mau menanggung resiko jika apa yang kita usahakan dengan sungguh-sungguh untuk mencapai prioritas hidup harus kandas begitu saja.
Lalu pertanyaan besarnya adalah.. Bagaimana cara kita untuk mengantisipasi kondisi tersebut?
Berikut ini, saya ingin membagikan informasi kepada anda yang dapat menjadi solusi dari kekhawatiran dari pertanyaan diatas..
Informasi yang saya maksud adalah Asuransi.
Di Indonesia sejauh ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memiliki Polis Asuransi masih rendah, meskipun perkembanganya semakin baik setiap tahun.. tetapi Indonesia masih jauh tertinggal dengan beberapa negara-negara lainya, dimana Asuransi dapat menjadi jaring pengaman sosial terhadap kesejahteraan masyarakat nya.
Kenapa Asuransi? Apa manfaat dari Asuransi?, dan bagaimana bisa Asuransi dapat menjadi solusi agar kita dapat terhindar dari dampak finansial karena hal-hal yang tidak di inginkan terjadi ?
Mari kita mengenal lebih dekat tentang Asuransi:
Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, dimana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.
Secara terminologis, mekanisme industri asuransi jiwa merupakan pengumpulan dana oleh sekelompok nasabah dalam bentuk premi kepada perusahaan asuransi, sesuai ketentuan dan kesepakatan yang berlaku. Dana tersebut dikumpulkan dan dikelola oleh perusahaan asuransi secara kolektif.
Pada saat pemegang polis mengalami kejadian atau malapetaka, dan kondisi tersebut sesuai proteksi yang diperjanjikan, perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang dari dana kumpulan/kelolaan untuk membantu yang bersangkutan dalam mengatasi kerugian ekonomi akibat kejadian tersebut.
Manfaat Asuransi Jiwa
Mengapa Anda perlu melengkapi diri dengan produk asuransi jiwa? Saya akan menguraikan lima hal yang bisa menjadi pertimbangan berharga bagi Anda:
Pertama,
memastikan bahwa keluarga Anda memiliki dana yang cukup seandainya Anda meninggal dunia secara tiba-tiba. Atau, keluarga Anda mendapatkan proteksi manakala Anda mengalami cacat tetap secara total akibat penyakit yang Anda derita sehingga Anda tidak dapat bekerja seperti sedia kala.Tentu saja, kita tidak pernah mengharapkan terjadinya musibah ini.
Kalaupun itu terjadi, ketika Anda sudah memproteksi diri dengan produk asuransi jiwa, keluarga sebagai ahli waris akan mendapatkan perlindungan berharga terhadap risiko terjadinya hal-hal tak terduga dalam bentuk uang pertanggungan.
Kedua,
memastikan bahwa keluarga Anda dapat mempertahankan standard kualitas hidup manakala Anda meninggal dunia. Tanpa proteksi dari asuransi jiwa, kejadian tersebut mengakibatkan sumber penghasilan keluarga hilang sehingga standard kehidupan keluarga Anda selanjutnya mengalami penurunan.Kondisi tak terduga dan dampak negatif tersebut bisa dieliminasi bila Anda sudah memiliki polis asuransi jiwa.
Polis asuransi yang Anda miliki akan memberikan kompensasi finansial dalam bentuk uang pertanggungan dan manfaat asuransi lainnya bagi keluarga Anda sebagai ahli waris. Sudah tentu, kompensasi yang mereka dapatkan sesuai dengan program asuransi yang Anda beli.
Ketiga,
membiayai pendidikan anak-anak Anda. Saat ini, kebutuhan pendidikan dari waktu ke waktu mengalami peningkatan cukup signifikan. Ada banyak orang tua yang dipusingkan dengan besarnya biaya sekolah untuk anak-anak mereka yang mau masuk ke jenjang SD, SMP, SMU, atau Perguruan Tinggi. Ketika Anda sudah mengikutsertakan anak-anak Anda tercinta dalam polis Asuransi Pendidikan, atau polis asuransi Anda sudah mencakup perencanaan kebutuhan biaya pendidikan untuk anak-anak, beban berat yang ada di pundak Anda dalam membiayai pendidikan mereka sudah bisa teratasi.
Ketika Anda membayar premi, ibaratnya Anda menyicil sedikit demi sedikit untuk kebutuhan masa depan anak-anak Anda. Pada saat mereka memasuki usia sekolah sesuai ketentuan dalam polis, uang pertanggungan akan keluar atau dapat ditarik. Dana dari uang pertanggungan ini akan sangat membantu Anda ketika anak-anak memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut.
Keempat,
memenuhi kebutuhan Anda di hari tua atau tersedianya tabungan hari tua. Pada saat Anda masih masuk dalam usia produktif, Anda bisa mendapatkan penghasilan yang maksimal, dan itu sesuai dengan kontribusi yang Anda lakukan.Seiring dengan berjalannya waktu, usia Anda terus bertambah, dan sampai pada satu titik Anda akan memasuki masa pensiun. Saat itulah, premi yang Anda bayarkan untuk keperluan hari tua akan bisa membantu Anda dalam mencukupi beragam kebutuhan. Anda tetap menerima dana yang cukup untuk kebutuhan Anda dari bulan ke bulan.
Kelima,
memastikan bahwa Anda mendapatkan tambahan penghasilan manakala Anda menghadapi sakit yang serius atau kecelakaan fatal. Realitanya, tidak ada seorang pun yang membayangkan akan mengalami hal-hal yang fatal, misalnya kecelakaan atau mengidap penyakit yang berkepanjangan.Kalau itu terjadi, dan Anda sudah memproteksi dengan asuransi jiwa, Anda bisa mendapatkan perlindungan terhadap berbagai risiko terjadinya hal tak terduga.
Dalam segala keadaan yang Anda alami, polis asuransi yang Anda pegang dapat menghasilkan manfaat perlindungan sehingga Anda mendapatkan dana yang cukup selama masa perawatan. Kematian, kemalangan, tidak pernah bisa diprediksi kedatangannya. Antisipasinya, Anda dan keluarga perlu mendapatkan proteksi melalui produk asuransi jiwa. Premi yang Anda bayarkan bisa mengurangi beban Anda dan orang-orang yang Anda cintai ketika kejadian/kemalangan tak terduga terjadi pada Anda dan keluarga di kemudian hari. Itu sebabnya, semakin cepat Anda memutuskan untuk memproteksi diri dengan asuransi jiwa, semakin murah biayanya, dan semakin cepat proteksi yang bisa Anda dapatkan bersama keluarga.
Bagaimana? Apakah anda sudah ingin mencari perusahaan asuransi yang tepat bagi anda? Silahkan anda mengunjungi article berikut: Company Profile

Saya Ga Butuh Asuransi .....


Saya Ga Butuh Asuransi
Anda tdk butuh Asuransi? coba renungkan dahulu artikel dibawah ini.
Mari perhatikan ….
Bagaimana pemerintah mengasuransi semua PNS di ASKES dan menyiapkan dana pensiunnya di TASPEN…
Bagaimana Semua BANK Mengasuransikan semua orang yang mengajukan kredit di bank tersebut…
Bagaimana setiap perusahaan pembiayaan maupun bank juga mengasuransikan setiap Jaminannya…
Rumah diasuransikan kebakaran, mobil di asuransi All risk dan lain-lain.
Pertanyaannya :
1. Apakah Semua Perusahaan tdk Punya UANG untuk biaya kesehatan karyawannya hingga harus membelikan Asuransi?
2. Apakah Para perusahaan Leasing YAKIN bahwa setiap rumah yg dijaminkan PASTI TERBAKAR hingga harus di asuransikan, atau
3. Setiap MOBIL PASTI HILANG hingga semua juga harus di asuransikan?

INGAT!!! Asuransi itu untuk :”MENCIPTAKAN RASA AMAN” Rasa aman…, ya, itulah fungsi asuransi…
Saat ini saya mengasuransikan DIRI saya, dan Keluarga saya bukan karena saya ingin Sakit. juga bukan berarti saya ingin MATI BESOK…. Saya beli asuransi karena…
1. Saya ingin jika sakit, saya tdk perlu MENJUAL ASET yang saya kumpulkan sejak Lama, namun Asuransilah yang membiayai perawatan saya.
2. Dan saya Mau, jika “YANG KUASA panggil saya” maka KELUARGA /Istri dan anak-anak saya TETAP MEMILIKI KEHIDUPAN TERBAIKNYA….
3. Saya juga ingin dihari tua atau MASA PENSIUN saya tetap SEJAHTERA, karena mempunyai Dana Pensiun yang cukup.
4. Saya juga ingin menyekolahkan anak sesuai dengan IMPIAN anak-anak saya kelak.

Teman-teman, coba lihat dan RENUNGKAN !!!
Ketika ada keluarganya Sakit harus merelakan RUMAH SATU-SATUNYA DIJUAL hanya untuk biaya berobat…. Dan Ketika seorang Kepala Rumah Tangga “meninggal” maka Istrinya TERPAKSA KERJA untuk menafkahi anak-anaknya yang masih KECIL-KECIL.
Dan jangan sampai salah beli asuransi, lalu kecewa karena asuransi yg dibeli tdk sesuai dg perkiraan Anda. Penyesalan biasa datangnya terlambat. Telitilah asuransi yg akan dibeli.

ASURANSI ITU BAIK dan SEMUA ORANG BUTUH ASURANSI.

Minggu, 02 Februari 2014

Bagaimana Pensiun Muda dan Kaya


Kekayaan Adalah Kemampuan Bertahan Hidup Dengan Gaya Hidup Yang Ada Tanpa Harus BEKERJA.
Kekayaan Relatif, sebagian orang merasa kaya bila mempunyai uang 10 JUTA, dan sebagian orang tidak merasa kaya biarpun dia memiliki uang 1 MILYAR.

Pertanyaannya adalah :
Bila besok  anda berhenti bekerja, berapa lama anda akan dapat bertahan hidup dengan gaya hidup anda yang sekarang tanpa harus menjual asset-asset anda???

Bagaimana  anda dapat hidup kaya, menurut versi Robert T Kiyosaki yaitu dimana PASSIVE INCOME anda lebih besar dari biaya hidup anda ????

Rata-rata Eksekutif di Asia hanya mampu bertahan selama 90 hari dengan GAYA HIDUP yang ada apabila besok dia berhenti bekerja, setelah itu dia akan menjual assetnya atau berutang.

Menurut majalah Forbes :
Kaya adalah orang yang penghasilannya 1 JUTA US keatas pertahun.
Tapi menurut Robert T Kiyosaki :
Kaya yang sebenarnya adalah bukan dihitung dari BERAPA besar ACTIVE INCOME, melainkan PASIF INCOME lebih besar dari biaya hidup.

PASIF INCOME = UANG YANG MASUK TERUS TANPA HARUS BEKERJA


Cara Menbuat Pasif Income :
  1. Membuat Royalti dan Hak Cipta
  2. Rumah Sewa/Kos
  3. Saham yang menghasilkan DEVIDEN
  4. Reksadana
  5. Hasil Bunga Deposito
  6. USAHA/BISNIS YANG TIDAK HARUS DITUNGGU