Running Text

ASURANSI GENERALI INDONESIA MEMBERIKAN 2 PERLINDUNGAN SEKALIGUS YAITU PERLINDUNGAN KESEHATAN SEKALIGUS PERLINDUNGAN INVESTASI DARI KRISIS EKONOMI

Senin, 10 Februari 2014

Produk Asuransi Kesehatan Generali

Keterangan :
Seorang Kepala Keluarga Usia Rata-rata 30 Tahun, tak ada seorangpun yang dapat menjamin bahwa kita hidup didunia akan terbebas dari yang namanya Rumah Sakit dan Sakit Kritis.

Oleh karena itu Generali memberikan solusi, apabila seorang kepala keluarga mengalami resiko hidup seperti Sakit dan Masuk Rumah Sakit, maka perusahaan Asuransi dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut, tentu saja yang berkaitan dengan BIAYA PERAWATAN RUMAH SAKIT.

SOLUSINYA adalah dengan cara MENABUNG :

Contoh :
Nasabah dapat MENABUNG 67ribu/hari atau 500ribu/minggu atau 2juta/bulan, maka nasabah telah berhasil menabung sebesar 24juta pertahun, atau menjadi 240 juta selama sepuluh tahun. Plus satu fitur pengaman investasi ARMS (Automatic Risk Management System) satu system otomatis untuk meminimalisir kerugian dan memaksimalisir keuntungan nasabah. ARMS sudah dihak patenkan selama 20 tahun oleh perusahaan GENERALI.

MANFAAT :
  1. Mendapat 1 Kartu Kesehatan dengan sistem SWIPE (gesek) yang mempermudah nasabah untuk mendapatkan pelayanan dari Rumah Sakit lebih cepat dan optimal. Kartu Generali untuk case diatas, maka nasabah akan mendapatkan biaya perobatan rawat inap dirumah sakit yang biayanya akan dibayarkan sesuai dengan tagihan rumah sakit. Kartu kesehatan berlaku setelah 1 bulan polis disetujui. Limit biaya perobatan sebesar 500 juta pertahun, dan nasabah berhak atas biaya rawat inap selama 150 hari setiap tahunnya.
    Manfaat Kamar yang Sesuai Tagihan
  2. Apabila nasabah mengalami kondisi penyakit KRITIS, maka perusahaan telah menyediakan dana sebesar 850 juta yang dibagi menjadi 3 katagori yaitu, apabila mengalami kondisi penyakit KRITIS stadium awal maka akan keluar dana Uang Pertanggungan sebesar 150 juta, stadium menengah 150 juta dan stadium akhir mendapat 550 juta sehingga total pertanggungan untuk penyakit kritis sebesar 850 juta.
  3. Manfaat selanjutnya adalah pembebasan TABUNGAN bila terdiagnosa penyakit KRITIS
  4. Manfaat Cacat Total dan Tetap sebesar 500 Juta*
  5. Uang pertanggungan akibat Meninggal Dunia karena sakit sebesar 500 Juta*
  6. Uang pertanggungan akibat Meninggal Kecelakaan sebesar 1 Milyar (untuk manfaat point 4,5 dan 6 plus TABUNGAN INVESTASI)
  7. Manfaat terakhir adalah Manfaat Pensiun, nasabah dapat menggunakan dana investasi untuk manfaat hari tua dimasa pensiun, besar dana pensiun adalah di usia 55 tahun sebesar : 2,5 milyar, usia 60 tahun sebesar : 6,0 milyar dan diusia 65 tahun sebesar : 35,7 milyar

Kamis, 06 Februari 2014

Asuransi kontrak perjanjian

Asuransi Kesehatan adalah kontrak perjanjian antara sebuah perusahaan asuransi kepada nasabahnya. Isinya, kalau si nasabah mengalami risiko kehidupan yang berhubungan dengan kesehatannya, maka perusahaan asuransi akan mengganti biaya - biaya kesehatan yang dikeluarkan. Biasanya, penggantian diberikan untuk : biaya rawat inap, operasi, pembelian obat dan rawat jalan dll.

Tidak semua asuransi memberi penggantian yang sama. Beberapa produk hanya mengganti rawat inap. Beberapa yang lain menambahnya dengan penggantian operasi. Hanya sebagian kecil produk yang mengganti secara lengkap, mulai dari rawat inap, operasi, obat sampai rawat jalan.

Biaya - biaya kesehatan pada dasarnya terbagi atas :
1. Biaya Pemeliharaan Kesehatan, yaitu biaya - biaya yang harus dikeluarkan seseorang agar kesehatannya tetap terjaga. Contohnya : untuk check up kesehatan, beli vitamin dll
2. Biaya Rawat Jalan, yaitu biaya - biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar konsultasi dokter, bila seseorang sakit.
3. Biaya Rawat Inap, yaitu biaya - biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar biaya - biaya yang berhubungan dengan rawat inap, bila seseorang sakit dan harus diopname.
4. Biaya Obat, yaitu biaya - biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli obat.
5. Biaya Operasi, yaitu biaya - biaya yang harus dikeluarkan bila seseorang harus dioperasi di rumah sakit.

Memilih Asuransi Kesehatan
1. Sebaiknya pilih askes yang dapat memberikan perlindungan rawat inap secara menyeluruh, tidak hanya penggantian biaya kamar saja, tetapi juga santunan pembedahan, UGD, ambulans dll.
2. Tetaplah mengambil asuransi, sekalipun dana Anda terbatas sekali saat ini untuk membayar premi asuransi yang mungkin terasa mahal. Namun pilih yang hanya memberi penggantian biaya kamar RS. Jenis pertanggungan ini punya kelebihan. Bila Anda mengambil jenis dengan biaya kamar sebesar Rp. 300.000,- per hari., misalnya, maka bila Anda masuk RS yang harga kamarnya kurang dari Rp. 300.000,- per hari, tetap saja Anda mendapat dana tunai sebesar Rp. 300.000,- per hari.
3. Jangan pernah mengambil perlindungan rawat jalan untuk gigi. Biaya yang Anda keluarkan untuk perawatan/ pengobatan gigi Anda dalam setahun ini biasanya lebih kecil dan sama sekali tidak sebanding dengan premi yang Anda bayar.
4. Jangan pernah juga mengambil asuransi yang memberikan penggantian biaya persalinan (maternity). Ini karena biasanya premi yang harus Anda bayar akan hampir sama besarnya dengan jumlah klaimnya nanti. Biaya persalinan yang ditawarkan perusahaan asuransi biasanya untuk persalinan biasa (normal maternity) atau persalinan berkomplikasi (complicated maternity).

Keduanya tentu memiliki perbedaan jumlah premi. Biaya untuk persalinan biasa umumnya sekitar Rp. 4 juta, sedangkan persalinan berkomplikasi , bisa Rp 6 juta sampai Rp. 10 juta. Padahal premi yang harus Anda bayar untuk kedua perlindungan tersebut kurang lebih akan sama dengan rata-rata biaya yang harus Anda klaim.

Tambahan lagi, perusahaan asuransi tidak melayani klaim maternity pada tahun pertama Anda membayar premi. Artinya, Anda harus membayar premi sekarang, dan manfaatnya baru bisa Anda terima kalau Anda melahirkan pada tahun yang kedua.

Rabu, 05 Februari 2014

Porsi Kebutuhan Asuransi Anda

Ada 4 ketakutan yang sering dialami seseorang ketika dewasa
  1. Tidak Bisa Kaya di Usia 60 Tahun
  2. Tidak Bisa Bekerja Sampai Usia 60 Tahun
  3. Berapa Banyak  Uang Yang Harus Ada Dimasa Pensiun
  4. Berapa Banyak Uang Yang Harus Ada Untuk Anak2 dan Keluarga
Kebanyakan masyarakat bekerja dan menukarkan waktunya hanya untuk mendapatkan penghasilan yang hanya cukup untuk membiayai kebutuhan hidupnya untuk beberapa saat saja. Alhasil adalah dari muda sampai tua seseorang harus terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. sedangkan kita tau bahwa manusia ada masa produktif dan un-produktif, artinya pada masa tua sudaah pasti kita sudah tidaak se-produktif masa muda ketika bekerja.

Belum lagi seandainya di perjalanan menuju masa pensiun (retire) terjadi resiko kehidupan dimana resiko kehidupan itu sebenarnya bisa terjadi kapanpun dan dimanapun dan kepada siapapun. Sudah pasti jika seseorang tidak merencanakan keuangannya maka kehidupan ekonomi keluargan bisa mengalami permasalahan, disamping biaya hidup harus tetap dibiayai, biaya untuk menanggulangi akibat resiko kehidupan juga harus tetap dikeluarkan. Atas permasalahan yang sering dihadapi banyak orang, maka biasa seorang perencana keuangan (financial consultant) akan membantu memberikan solusi untuk me-manage keuangan nasabah.

Biasanya seorang perencana keuangan (financial consultant) akan memberikan solusinya yaitu menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabungkan di tempat yang aman,  mudah dicairkan (liquid), mampu mengalahkan inflasi (rata-rata inflasi di Indoonesia 8 - 10% pertahun) dan tentu saja dari sebagian penghasilan itu nantinya akan menjadi tabungan hari tua yang akan membiayai kebutuhan hidup anda sekeluarga, tentu saja sampai sekarang masih perusahaan Asuransi yang paling ideal untuk tempat berinvestasi untuk jangka panjang.

Pertanyaannya adalah berapa persenkah penghasilan yang ideal disisihkan untuk mampu membiayai kehidupan seseorang dimasa pensiunnya kelak diperusahaan Asuransi. Nah, disini saya ingin memberikan sedikit tips yang bisa anda terapkan didiri dan keluarga anda untuk mengetahui berapa porsi bagian yang harus anda sisihkan setiap tahunnya untuk biaya pensiun anda.
  • Pertama yang harus anda ketahui adalah jika terjadi resiko kehidupan seperti sakit kritis yang menyebabkan seorang sudah tidak bisa menghasilkan sejumlah penghasilan lagi atau bahkan jika seseorang kepala keluarga tidak dapat bertahan hidup sampai usia pensiun, berapa lama Anda mau keluarga dan anak-anak anda akan terus dibiayai oleh perusahaan asuransi, 10 tahun, 15 tahun atau 20 tahun.
  • Besarnya tabungan yang paling idela untuk Pensiun adalah menabung sekitar 20% dari total penghasilan/bonus Anda.
  • Jika Usia Anda kurang dari = 40 tahun, makan besar tabungan yang harus anda sisihkan adalah sebesar 25% dari penghasilan Anda setiap tahun.
  • Jika usia Anda lebih dari 40 tahun dan kurang dari 50 tahun makan besarnya tabungan yang ideal adalah sebesar 35% dari total penghasilan anda setiap tahun.
  • Untuk Pendidikan  rata-rata penghasilan pertahun yang harus disisihkan adalah sebesar 2 sampai 5% pertahun.
Mudah-mudahan informasi yang saya sampaikan berguna untuk Anda dan keluarga

Disajikan Oleh :
Hendra Mayu Cipta
Financial Consultan
Generali Indonesia  

Selasa, 04 Februari 2014

Konsumtif Vs Menabung


Pada era globalisasi dan pasar bebas dunia produk-produk luar gencar iklan-iklannya di media elektronik dan cetak. Produk-produk banyak dijualkan kendaraan dan gadget. Kendaraan dari berbagai merk dunia membanjiri pasar Indonesia. Begitu pula gadget. Harganya ada yang terjangkau hingga paling mahal.
Orang Indonesia kebanyakan sangat konsumtif jika melihat produk baru dari luar negeri. Tak segan-segan mengorek dalam-dalam dari tabungannya demi barang impiannya. Bahkan yang tidak punya uang memakai kartu kreditnya demi barang impiannya.
Orang Indonesia menabung nomor.2 atau nomor terakhir setelah membeli kesukaan dan kebutuhannya. Dan uang untuk ditabung dari sisa-sisa konsumtifnya. Orang-orang seperti ini hidup di kota besar. Hasil kerja keras banyak dipakai untuk konsumtif. Tidak disadari oleh kita, hidup gaya perkotaan ini adalah pemborosan.
Jika kita punya target impian besar, ada baiknya harus dipikirkan dengan perencanaan. Impian yang paling besar dan bermanfaat menjadi target investasi. Impian harus dipilah-pilah, jangka pendek, menengah dan panjang.
Jangka pendek seperti beli barang gadget, Jangka menengah seperti kendaraan dan Jangka Panjang Rumah dan Tabungan Pensiun. Cara membeli yang pintar tanpa menghutang / kredit untuk barang. Bagaimana caranya mencapai semua impian tercapai? Dimana tempat  menyimpan uang yang tepat?
 
Menabung di Bank adalah biasa dilakukan orang. Beresiko sekali jika orang itu konsumtif. Tabungan yang disetor lama kelamaan jadi jarang dilakukan karena godaan berbelanja, target terputus ditengah jalan karena lupa. Solusi yang dicari adalah menabung di Asuransi. Di Asuransi kita menjadi disiplin menabung, kita menjadi tergerak karena tiap bulannya perusahaan Asuransi selalu mengingatkan menabung premi. Menabung di Asuransi hasil investasi lebih baik dari Bank. Sekarang Asuransi dimudahkan dengan pendebetan kartu kredit dan bank. 

Namun jangan dikira Asuransi tidak beresiko juga. Asuransi dalam investasinya dibagi 2. Investasi Santunan Jiwa dan Investasi Tabungan. Saat nasabah beresiko sakit akan dibayar biaya perawatannya. Sedangkan Investasi Tabungan bisa sangat beresiko dikarenakan kumpulan premi ditentukan oleh harga unit yang bergerak naik turun setiap harinya. Biasanya perusahaan Asuransi bekerjasama dengan perusahaan sekuritas. Harga unit bisa menentukan untung atau rugi. Kalau untung bilamana harga unit naik dan jumlah unit naik dikalikan. Sebaliknya harga unit turun dan walaupun jumlah unit naik besar, masih merugi karena hasil penjumlahannya menentukan nilai tunai (tabungan) turun. Ditambah dengan biaya-biaya asuransi setiap bulan diambil dari tabungan investasi selama kontrak polis berlaku. Semakin usia bertambah biaya-biaya asuransi ikut naik untuk penyesesuian faktor resiko kesehatan. Jika Anda ingin withdraw (ambil tunai) resiko tabungan tidak maksimum bahkan bisa turun.

Menjawab faktor resiko investasi PT. GENERALI INDONESIA mempunyai sistem otomatis mengatur investasi. Sistem itu adalah ARMS (Auto Risk Management System) dengan fitur-fitur canggih seperti Auto Balancing dan Auto Target. Auto Balancing sebuah fitur yang mengawasi pergerakan investasi dan mengatasi resiko investasi. Fitur ini akan mengunci otomatis jika harga unit turun, dan mengamankannya.
 
Auto Target, fitur yang mengatur kembali arah investasi ke posisi Fund yang seharusnya. Dalam sistem ini sudah diatur Profit Climbing (batas keuntungan), Target Loss (maksimal kerugian) dan Auto Re-Entry (waktu menginvestasi kembali).

ARMS ini banyak membantu pergerakan harga unit yang potensial, memaksimalkan hasil investasi. Saat asuransi lain nilai investasi unit turun, maka sebaliknya nilai total unit Link Generali terus bertambah sesuai ilustrasi bahkan bisa melebihi dari ilustrasi.
Investasi Link Generali dapat digunakan apa saja, nilai tunai yang diambil kapan saja. Aman dari resiko Investasi. Karenanya Investasi ini layak diambil, perencanaan menabung sesuai impian.

Perencanaan Investasi bisa dikonsultasi ke : 
Hendra mayu Cipta
Hp 0823 6835 6676
Pin BB 284ADFBC
Kunjungi website : www.generali.co.id
PT. ASURANSI JIWA GENERALI INDONESIA
Kantor Agent : 
Jl H Misbah Komplek Multatuli Indah
Block CC No 25-28 Medan 20251
Telp (061) 4514 133

Kepala Keluarga Penyokong Kehidupan

Mari kita kaji dalam sebuah rumah tangga apa peran masing-masing anggota keluarga dalam mempersiapkan masa depannya . Dalam kehidupan sekarang di mana dalam kehidupan sehari-hari sudah dihadapkan pada berbagai masalah dalam mempertanhankan kehidupan keluarganya.Dalam dunia yang semakin moderen dan dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih mau tidak mau tuntutan keluarga semakin besar,mengapa? Maka disnilah tanggung jawab seorang kepala keluarga sangat menentukan bagaimana nanti keluarga akan menentukan arah kehidupan yang akan dijalani. Sementara tuntutan kebutuhan yang semakin besar kadang kita lupa memperhatikan diri kita dan larut dalam kerasnya persaingan dalam rangka mewujudkan impiannya untuk membahagiakan keluarga tanpa memperhatikan dirinya sendiri,banyak orang berpendapat bahwa dengan kerja keras maka dia akan dapat menghidupi keluarganya .Tanpa membuat perencanaan yang baik saya kira sulit kita untuk mempersiapkan keluarga yang siap bersaing dalam menyikapi hidup yang semakin moderen ini,mengapa?.Karena yang kita butuhkan bukan cuma sekedar kehidupan dalam membentuk keluarga tapi kita harus bisa membentuk keluarga yang bisa mempertahankan kehidupan bila sesuatu terjadi dalam sebuah keluarga,lalu bagaimana kita menyikapi semua itu,apa yang harus kita lakukan?.
         Semua orang pasti beda dalam menyikapi hidupnya bagi orang-orang yang sudah mapan pasti tidak ada masalah karena mereka pasti mempunyai perencanaan yang sangat baik.Lalu bagaimana dengan orang yang mempunyai penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari .Mari berfikir bahwa semua orang pasti punya kemampuan dan kekurangan tinggal bagaimana kita mengelola  kemampuan dan kekurangan kita masing-masinglah yang nantinya akan berhasil.Dalam hal ini kalau kita sudah bisa menentukan itu segera lakukanlah sesuatu jangan terlalu banyak mikir.lakukanlah perencanaan dengan baik dan segera laksanakan perencanaan yang anda anggap paling pas untuk dilaksanakan .
           Dalam membuat perencanaan ada suatu hal yang harus kita perhatikan dan pertimbangkan yaitu keterbatasan dan kemampuan fisik kita untuk melakukan suatu tindakan dimana kita  sadar bahwa fisik kita tidak bisa di pakai untuk melakukan tindakan yang berlebihan,dimana kalau dipaksakan akibatnya akan merugikan kita sendiri dan keluarga tentunya.Dengan demikian kita untuk menyikapi itu semua yang harus kita lakukan hanyalah bagaimana kita mengelola kemampuan kita dengan benar.Dalam pengelolaan tersebut kita harus tahu dimana usia produktif seseorang harus bisa mengatur dan meminit produktifitasnya sehingga nanti ketika produktifitasnya menurun masih punya harapan untuk menikmatinya. Sebagai contoh usia produktif seseorang di mulai pada usia 28 tahun dimana di usia produktif tersebut penghasilan seseorang biasanya lebih besar dari pada kebuthan. Nah dimasa inilah biasanya justru banyak orang lupa bahwa kemampuan itu tidak akan selamanya naik,sehingga apa yang didapatnya akan di habiskan untuk kesenangan tanpa memperhitungkan bahwa kehidupan yang sebenarnya jauh lebih banyak yang harus dipenuhi dalam mewujudkan impiannya bersama keluarga.Ada sebuah konsep sederhana untuk mempersiapkan keluarga yang handal salah satunya adalah perencanaan keuangan keluarga harus kita buat secara matang.Dalam merencanakan ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan
* Biaya hidup keluarga.
* Biaya pendidikan keluarga.
* Biaya kesehatan keluarga.
* Biaya rumah.
* Uang pensiun.
* Tabungan dan investasi.

Dari beberapa faktor diatas biasanya banyak orang  memaknai kalau sudah bisa memenuhi biaya hidup sudah merasa nyaman tanpa memperhitungkan biaya-biaya yang lain  padahal itu sama pentingnya dengan biaya hidup kebanyakan mereka baru sadar ketika persoalan itu terjadi pada dirinya.Ada sebuah solusi yang bisa kita persiapkan yaitu ketika kita punya penghasilan yang bagus kita harus menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk kita tabung .Ada dua cara menabung yang bisa  kita gunakan sebagai pililhan untuk merencanakan keuangan keluarga yaitu;

* Perencanaan Keuangan Konvensional {BANK}
* Perencanaan Keuangan Melalui Perusahaan Asuransi.

Asuransi Dalam Islam 1

Pengertian Asuransi

Asuransi berasal dari kata assurantie dalam bahasa Belanda, atau assurance dalam bahasa perancis, atau assurance/insurance dalam bahasa Inggris. Assurance berarti menanggung sesuatu yang pasti terjadi, sedang Insurance berarti menanggung sesuatu yang mungkin atau tidak mungkin terjadi.
Menurut sebagian ahli, asuransi berasal dari bahasa Yunani, yaitu assecurare yang berarti menyakinkan orang.

Di dalam bahasa Arab asuransi dikenal dengan istilah : at Takaful, atau at Tadhamun yang berarti : saling menanggung. Asuransi ini disebut juga dengan istilah at-Ta’min, berasal dari kata amina, yang berarti aman, tentram, dan tenang. Lawannya adalah al-khouf, yang berarti takut dan khawatir. ( al Fayumi, al Misbah al Munir, hlm : 21 ) Dinamakan at Ta’min, karena orang yang melakukan transaksi ini (khususnya para peserta ) telah merasa aman dan tidak terlalu takut terhadap bahaya yang akan menimpanya dengan adanya transaksi ini.
Adapun asuransi menurut terminologi sebagaimana yang disebutkan dalam Undang-Undang No.2 Tahun 1992:

“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri pada tertanggung, dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian pada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”


Mari Ber-Ansuransi

Andai kutahu
Kapan tiba ajalku
Ku akan memohon
Tuhan tolong panjangkan umurku  …….  (Ungu Band).

 Lirik lagu yang sangat bagus sekali dari Ungu Band, patut untuk kita jadikan bahan perenungan. Tidak seorang pun dari kita tahu kapan habis masa kita di dunia yang fana ini. Bisa tahun depan, bulan depan, bulan ini, minggu ini atau bahkan beberapa menit lagi. Kematian itu rahasia Tuhan. Banyak jalan menuju kematian. Yang sedang diam di rumah pun bisa mati. Kita tak bisa menghindar dari kematian. Semua yang hidup pasti akan mati.

Bersyukurlah kita karena kita tak pernah tahu kapan ajal akan tiba, dan dengan cara apa ajal akan menjemput kita. Seandainya setiap manusia sudah tahu kapan ajal akan tiba, atau akan seperti apa jalan hidupnya sampai ajal tiba, hidup akan membosankan dan monoton. Dan hanya akan dua tipe manusia di bumi ini: manusia tertawa dan manusia menangis. Yang jalan hidupnya indah akan tertawa sepanjang hidupnya, sedangkan yang pahit akan terus-terusan menangis dan meratap.

Kesadaran berasuransi di Indonesia sangat rendah, dimana banyak orang menganggap asuransi sesuatu yang masih tabu dan dipahami sebagai beban yang kurang bermanfaat dibanding kebutuhan lain yang bersifat konsumtif dan sementara.Oleh karena itu banyak yang menganggap tidak penting untuk dimiliki padahal kalau tahu makna dan tujuannya saya yakin bahwa asuransi sesuatu yang wajib dimiliki bagi setiap orang sebagai bentuk perlindungan bagi keluarga dimana bila terjadi suatu resiko hidup, keluarga yang ditinggalkan bisa melanjutkan kehidupannya dengan baik.

Namun, meski sebagian besar orang tahu bahwa ia harus mengurangi risiko itu, belum banyak orang yang bersedia berpikir ke arah sana. Atau kalaupun bersedia, belum tahu bagaimana caranya dan dengan apa. Di situlah peran utama asuransi. Masih sedikit orang yang “melek” terhadap asuransi, bahkan di kalangan yang sebenarnya memiliki kemampuan ekonomi untuk ikut dalam program perlindungan risiko tersebut. Bagi sebagian orang, asuransi dipandang kurang memberi manfaat karena biaya yang harus mereka keluarkan bisa mereka kelola sendiri dan berpotensi mendapatkan keuntungan lebih besar.

Sebagian lagi malah menganggap asuransi itu seperti judi. Padahal, perbedaannya sangat terang benderang. Dalam judi, orang dihadapkan pada satu dari dua kemungkinan, menang atau kalah. Untung atau rugi. Orang yang berjudi adalah orang yang mencari risiko dan mengambil risiko itu untuk dirinya. Sementara orang yang berasuransi adalah orang yang meminimalisasi risiko kehidupan. Filosofi asuransi, berbeda dari judi. Filosofi asuransi adalah memberikan dukungan (finansial) tatkala seseorang atau lembaga mengalami kehilangan (barang, jasa, kesempatan, hingga nyawa) atau kerugian. Kalau judi bersifat menciptakan risiko dengan mencari keuntungan (dengan risiko yang sama besar akan mendapatkan kerugian), maka asuransi tidak bersifat mencari keuntungan (finansial) tetapi mengurangi risiko.

Mengapa risiko itu harus diminimalisir? Karena seperti bait lagu tadi, tahu kapan ajal tiba, atau kapan malang akan datang, hanyalah andai-andai…


Asuransi Jiwa merupakan bentuk perlindungan finansial yang diberikan atas jiwa, kesehatan seseorang terhadap risiko kehidupan seperti sakit atau kecelakaan atau bahkan meninggal, oleh perusahaan asuransi berdasarkan perjanjian antara Pemegang Polis sebagai Tertanggung dan Perusahaan Asuransi Jiwa sebagai Penanggung sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam polis.

Definisi asuransi menurut Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Republik Indonesia :
“Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada Tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu”.

Berdasarkan definisi tersebut, maka dalam asuransi terkandung 4 unsur, yaitu :
•    Pihak Tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar uang premi kepada pihak penanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur.
•    Pihak penanggung (insure) yang berjanji akan membayar sejumlah uang (santunan) kepada pihak Tertanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur tak tertentu.
•    Suatu peristiwa (accident) yang tak terntentu (tidak diketahui sebelumnya).
•    Kepentingan (interest) yang mungkin akan mengalami kerugian karena peristiwa yang tak tertentu.

Fungsi Asuransi :
•    Transfer Risiko
Dengan membayar premi yang relatif kecil, seseorang atau perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atas hidup (risiko) ke perusahaan asuransi

•    Kumpulan Dana
Premi yang diterima kemudian dihimpun oleh perusahaan asuransi sebagai dana untuk membayar risiko yang terjadi.

Keuntungan Memiliki Asuransi Jiwa:
Asuransi Jiwa perlu dimiliki dengan tujuan untuk memberikan perlindungan terhadap kerugian finansial yang disebabkan oleh risiko ketidakpastian dalam hidup manusia ataupun untuk perencanaan hari tua yang bahagia dan sejahtera.

Bentuk Asuransi Jiwa
Sebelum menentukan asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan, terlebih dahulu Anda harus mengenal bentuk asuransi jiwa itu sendiri.

•    Asuransi Jiwa Tradisional
Merupakan bentuk asuransi jiwa murni dimana Ahli Waris hanya akan menerima Uang Pertanggungan apabila Tertanggung meninggal dalam masa asuransi, atau setelah jangka waktu tertentu (saat masa asuransi jatuh tempo).

•    Asuransi Jiwa Unit Link
Merupakan polis individu yang memberikan proteksi asuransi jiwa, ditambah dengan unsur investasi dengan menggunakan harga unit, dimana setiap saat nilainya bervariasi sesuai dengan nilai aset investasi tersebut.