Ber-Investasi Merancang Masa Depan Yang Lebih Baik, Menyusun Anggaran Dana Pendidikan, Dana Kesehatan, Menyusun Anggaran Pensiun serta Warisan Untuk Keluarga Tercinta
Running Text
Home
»
All posts
Jumat, 06 Februari 2015
Jumat, 07 November 2014
PELUANG BISNIS GENERALI INDONESIA
PELUANG BERBISNIS DI DUNIA ASURANSI GENERALI INDONESIA
Ingin mencari penghasilan tambahan ??
atau Bosan jadi karyawan ??
Penghasilan pas-pasan ??
Ingin merubah Hidup Anda ??
Ingin berpenghasilan PASSIVE INCOME ??
Ingin Rumah MEWAH mobil KEREN ??
Bergabung dengan kami di GENERALI INDONESIA
Financial Consultan
Bussines Manager
dan Bussines Director
Kirimkan data anda ke: hmc.sukses@gmail.com
https://docs.google.com/document/d/1NyazHuoMXsg0LoMe2-9QjIP27gBVol1YxztpIrdW-DU/edit?usp=sharing
Generali adalah salah satu perusahaan
terkemuka di pasar asuransi dan keuangan global. Perusahaan induk dan
prinsipal dari grup ini adalah Assicurazioni Generali, yang memimpin
pasar di Italia. Sejak pertama didirikan pada 1831 di Trieste,
Perusahaan telah memiliki orientasi internasional.
Dengan didukung oleh 77,000 karyawan, Generali Group memiliki lebih dari 65 juta klien di seluruh dunia dan beroperasi di lebih dari 60 negara.
https://docs.google.com/document/d/1NyazHuoMXsg0LoMe2-9QjIP27gBVol1YxztpIrdW-DU/edit?usp=sharingDaerah operasional utama Perusahaan adalah Eropa Barat, namun beberapa
tahun belakangan ini Group telah memasuki pasar Eropa Tengah dan Timur,
serta mendirikan kantor di pasar-pasar utama di benua Asia.
Strategi Grup bertujuan untuk mengkonsolidasikan keunggulan Generali pada pasar-pasar utama dan mencapai posisi utama di pasar dengan potensi pertumbuhan yang tinggi, membangun kepemimpinan dalam profitabilitas.
Kekuatan dan soliditas finansial
senantiasa merupakan fitur dari Assicurazioni Generali. Dengan basis
kapital yang kuat dan alokasi aset yang konservatif, Group mendapatkan
peringkat yang tinggi dari perusahaan bertaraf internasional. Generali
adalah pemain kunci di Eropa Tengah, Asuransi Jiwa terbesar dan dengan
kehadiran signifikan di semua negara-negara utama. Generali mendapat peringkat pertama di Italia dan peringkat ke-dua di Jerman dan Perancis.
Dengan pengalaman selama hampir 200 tahun, Generali Group beroperasi pada semua lini asuransi,
dari perlindungan akan risiko massal hingga perlindungan canggih untuk
sektor industri, dari asuransi rumah tangga yang sederhana hingga
kebutuhan yang lebih kompleks dari perusahaan multinasional di seluruh
dunia, melayani jutaan individu maupun pabrik manufaktur raksasa, dan
sistem transportasi dan komunikasi. Untuk melayani pelanggan retail,
perusahaan kecil dan menengah, dan korporasi besar, Group menjangkau
klien di seluruh dunia melalui strategi distribusi multi-channel.
Seiring dengan strategi diversifikasi bisnis,
Generali juga memfokuskan diri pada penyediaan perlindungan terhadap
individu, melindungi pemasukan mereka, dan mengoptimalkan simpanan
mereka melalui produk-produk asuransi jiwa dalam skema individu dan
pensiun kelompok. Generali menawarkan solusi yang canggih untuk
perusahaan multinasional melalui struktur spesialis yang dinamakan
Generali Employee Benefits (GEB) atau Pertanggungan Pegawai Generali,
yang berlokasi di Belgia.
Ingin mencari penghasilan tambahan ??
atau Bosan jadi karyawan ??
Penghasilan pas-pasan ??
Ingin merubah Hidup Anda ??
Ingin berpenghasilan PASSIVE INCOME ??
Ingin Rumah MEWAH mobil KEREN ??
Bergabung dengan kami di GENERALI INDONESIA
Financial Consultan
Bussines Manager
dan Bussines Director
Kirimkan data anda ke: hmc.sukses@gmail.com
Tips Memilih Asuransi Terbaik
Akhir tahun 2014 ini banyak sekali perusahaan asuransi yang menawarkan produk asuransi mereka. Namun sebagai orang awam kita harus pandai memilih perusahaan asuransi yang lebih menguntungkan nasabah, perusahaan asuransi yang tidak hanya care/proteksi terhadap kesehatan saja, tetapi juga yang harus memproteksi keuangan (tabungan) nasabah. berikut ini saya jabarkan beberapa tips memilih asuransi yang baik.
Pilih Asuransi yang bersifat Swipe Card and Cashless.
Swipe card berarti kartu kesehatan system gesek, layaknya menggunakan kartu debit atau kredit saat berbelanja. karena jenis kartu swipe card lebih praktis dan nasabah dapat pelayanan lebih cepat tanpa menunggu konfirmasi dari pusat. nasabh tinggal menunjukan kartu ke petugas admin rumah sakit, dan petugas admin langsung memproses tanpa menunggu konfirmasi dari pusat. Sedangkan cashless berarti perusahaan akan membayarkan tagihan rumah sakit tanpa nasabah harus membayar awal biaya kesehatan.
Pilih Asuransi yang menawarkan proteksi kesehatan sesuai tagihan rumah sakit.
artinya perusahaan asuransi akan membayarkan biaya rawat inap rumah sakit sesuai dengan tagihan rumah sakit, tidak hanya membayarkan sesuai dengan limit per item, sehingga nasabah akan membayar kekurangan apabila terdapat kelebihan budget anggaran yang sudah ditentukan perusahaan asuransi. pilih asuransi yang mengcover semua biaya tagihan rumah sakit anda.
Pilih Asuransi yang memodifikasi antara proteksi dan investasi berbasis UNIT LINK.
Jenis asuransi non tradisional, sampai saat ini hanya satu, yaitu unit link. Unit link ini merupakan asuransi dengan dua kantong, kantong untuk proteksi dan kantung investasi. Uang premi yang dibayarkan sebagian digunakan untuk membayar proteksi dan sebagian lagi ditempatkan pada reksa dana dalam bentuk unit link.
Pemegang polis akan diminta memilih di mana akan ditempatkan investasinya, apakah pada reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, atau pasar uang.
Unit link terkait erat dengan pasar modal. Produk ini cukup rumit dan tidak mudah dipahami. Sayangnya, banyak agen asuransi yang kurang menjelaskan dengan tepat perihal produk ini. Ketika pasar modal turun, nilai unit link juga akan turun. Sehingga seringkali proyeksi yang diberikan meleset dari kenyataan.
Pada beberapa perusahaan asuransi yang menjual produk unit link, ada pula yang tidak memberikan secara rinci mengenai kinerja unit linknya dari bulan ke bulan. Jangankan kinerja, unit link tersebut ditempatkan pada saham apa saja, banyak nasabah yang tidak mendapatkan keterangan soal ini. Memang, sudah ada beberapa perusahaan asuransi yang memuat kinerja unit link di situsnya sehingga dapat dengan mudah diakses oleh para nasabah.
Jika Anda membandingkan menempatkan dana yang sama dengan porsi yang ditempatkan pada unit link, artinya sudah dikurangi oleh biaya premi, dengan ditempatkan langsung pada reksa dana, maka hasilnya akan jauh lebih besar jika ditempatkan pada reksa dana.
Kebanyakan perusahaan asuransi menginvestasikan dana Anda sepenuhnya pada produk unit link pada tahun ke lima. Untuk tahun pertama hingga ke lima, hanya sebagian saja yang ditempatkan di unit link. Misalnya 0 persen pada tahun pertama, karena pada tahun pertama dana habis untuk biaya akuisisi alias membayar bonus agen.
Tahun kedua porsi investasinya naik menjadi 20 persen, tahun ketiga menjadi 85 persen dan tahun keempat 85 persen, tahun kelima menjadi 85 persen dan baru ditahun keenam 100 persen ditempatkan pada unit link.
Biaya premi yang harus dikeluarkapun paling besar dibandingkan dengan premi asuransi jenis tradisional. Nilai proteksinya hanya sedikit, paling besar sekitar Rp 250 juta saja. Jika Anda sudah menghitung kebutuhan asuransi Anda dan uang pertanggungan sebesar Rp 250 juta tidak memadai, pertimbangkan untuk mengambil asuransi jenis lain.
Pilih Asuransi yang tidak hanya proteksi kesehatan tapi juga proteksi investasi anda (tabungan) anda.
Manfaat asuransi yang dijanjikan akan me-cover manfaat asuransi anda sampai seumur hidup (sampai usia 99 tahun) tidak akan berlaku (lapse) apabila tabungan/investasi anda hilang/habis.
Pilih Asuransi 1 Polis Untuk 1 Keluarga.
Memilih Polis Asuransi untuk 1 keluarga merupakan langkah yang lebih optimal, selain hemat biaya administrasi bulanan (per polis biasanya biaya administrasi sebesar Rp 30.000,-), polis keluarga juga cocok untuk keluarga yang sedang merintis ekonomi keluarga karena premi asuransi keluarga bisa lebih murah.
KeluargaAsuransi yang mempunyai kerja sama dengan banyak rumah sakit dalam dan Luar Negeri
Banyak masyarakat indonesia yang tidak puas dengan pelayanan kesehatan dari rumah sakit dalam negeri, baik pelayan, tenaga medis ataupun peralatan yang digunakan, contoh banyak nasabah yang berobat ke penang (malaysia) untuk mendapatkan pelayanan medis yang lebih baik.
itulah sekilas tips memilih asuransi kesehatan untuk anda dan keluarga anda, semoga yang saya sampaikan ini bisa berguna buat anda.
Created : Hendra Mayu Cipta
PIN : 7db87ef6
Hp : 082368356676
Pilih Asuransi yang bersifat Swipe Card and Cashless.
Swipe card berarti kartu kesehatan system gesek, layaknya menggunakan kartu debit atau kredit saat berbelanja. karena jenis kartu swipe card lebih praktis dan nasabah dapat pelayanan lebih cepat tanpa menunggu konfirmasi dari pusat. nasabh tinggal menunjukan kartu ke petugas admin rumah sakit, dan petugas admin langsung memproses tanpa menunggu konfirmasi dari pusat. Sedangkan cashless berarti perusahaan akan membayarkan tagihan rumah sakit tanpa nasabah harus membayar awal biaya kesehatan.
Pilih Asuransi yang menawarkan proteksi kesehatan sesuai tagihan rumah sakit.
artinya perusahaan asuransi akan membayarkan biaya rawat inap rumah sakit sesuai dengan tagihan rumah sakit, tidak hanya membayarkan sesuai dengan limit per item, sehingga nasabah akan membayar kekurangan apabila terdapat kelebihan budget anggaran yang sudah ditentukan perusahaan asuransi. pilih asuransi yang mengcover semua biaya tagihan rumah sakit anda.
Pilih Asuransi yang memodifikasi antara proteksi dan investasi berbasis UNIT LINK.
Jenis asuransi non tradisional, sampai saat ini hanya satu, yaitu unit link. Unit link ini merupakan asuransi dengan dua kantong, kantong untuk proteksi dan kantung investasi. Uang premi yang dibayarkan sebagian digunakan untuk membayar proteksi dan sebagian lagi ditempatkan pada reksa dana dalam bentuk unit link.
Pemegang polis akan diminta memilih di mana akan ditempatkan investasinya, apakah pada reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, atau pasar uang.
Unit link terkait erat dengan pasar modal. Produk ini cukup rumit dan tidak mudah dipahami. Sayangnya, banyak agen asuransi yang kurang menjelaskan dengan tepat perihal produk ini. Ketika pasar modal turun, nilai unit link juga akan turun. Sehingga seringkali proyeksi yang diberikan meleset dari kenyataan.
Pada beberapa perusahaan asuransi yang menjual produk unit link, ada pula yang tidak memberikan secara rinci mengenai kinerja unit linknya dari bulan ke bulan. Jangankan kinerja, unit link tersebut ditempatkan pada saham apa saja, banyak nasabah yang tidak mendapatkan keterangan soal ini. Memang, sudah ada beberapa perusahaan asuransi yang memuat kinerja unit link di situsnya sehingga dapat dengan mudah diakses oleh para nasabah.
Jika Anda membandingkan menempatkan dana yang sama dengan porsi yang ditempatkan pada unit link, artinya sudah dikurangi oleh biaya premi, dengan ditempatkan langsung pada reksa dana, maka hasilnya akan jauh lebih besar jika ditempatkan pada reksa dana.
Kebanyakan perusahaan asuransi menginvestasikan dana Anda sepenuhnya pada produk unit link pada tahun ke lima. Untuk tahun pertama hingga ke lima, hanya sebagian saja yang ditempatkan di unit link. Misalnya 0 persen pada tahun pertama, karena pada tahun pertama dana habis untuk biaya akuisisi alias membayar bonus agen.
Tahun kedua porsi investasinya naik menjadi 20 persen, tahun ketiga menjadi 85 persen dan tahun keempat 85 persen, tahun kelima menjadi 85 persen dan baru ditahun keenam 100 persen ditempatkan pada unit link.
Biaya premi yang harus dikeluarkapun paling besar dibandingkan dengan premi asuransi jenis tradisional. Nilai proteksinya hanya sedikit, paling besar sekitar Rp 250 juta saja. Jika Anda sudah menghitung kebutuhan asuransi Anda dan uang pertanggungan sebesar Rp 250 juta tidak memadai, pertimbangkan untuk mengambil asuransi jenis lain.
Pilih Asuransi yang tidak hanya proteksi kesehatan tapi juga proteksi investasi anda (tabungan) anda.
Manfaat asuransi yang dijanjikan akan me-cover manfaat asuransi anda sampai seumur hidup (sampai usia 99 tahun) tidak akan berlaku (lapse) apabila tabungan/investasi anda hilang/habis.
Pilih Asuransi 1 Polis Untuk 1 Keluarga.
Memilih Polis Asuransi untuk 1 keluarga merupakan langkah yang lebih optimal, selain hemat biaya administrasi bulanan (per polis biasanya biaya administrasi sebesar Rp 30.000,-), polis keluarga juga cocok untuk keluarga yang sedang merintis ekonomi keluarga karena premi asuransi keluarga bisa lebih murah.
KeluargaAsuransi yang mempunyai kerja sama dengan banyak rumah sakit dalam dan Luar Negeri
Banyak masyarakat indonesia yang tidak puas dengan pelayanan kesehatan dari rumah sakit dalam negeri, baik pelayan, tenaga medis ataupun peralatan yang digunakan, contoh banyak nasabah yang berobat ke penang (malaysia) untuk mendapatkan pelayanan medis yang lebih baik.
itulah sekilas tips memilih asuransi kesehatan untuk anda dan keluarga anda, semoga yang saya sampaikan ini bisa berguna buat anda.
Created : Hendra Mayu Cipta
PIN : 7db87ef6
Hp : 082368356676
Kamis, 06 November 2014
Agent Terbaik
Waspada, Agen Asuransi Cuma Ceritakan Baiknya Produk Saja. Type agent seperti apa yang anda inginkan.
Banyaknya persoalan asuransi yang berujung sengketa di Indonesia tampak cukup mengkhawatirkan. Salah satu penyebabnya ternyata adalah para agen asuransi yang terlalu berlebihan dalam menawarkan produknya.
Ketua Dewan Komisoner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menuturkan para agen asuransi tampak tidak transparan dalam menjual produk. Biasanya selalu yang positif diceritakan kepada nasabah.
"Kadang agen itu suka kurang transparan dalam menjual produknya. Biasanya diceritakan enak-enaknya saja," ujarnya dalam seminar mekanisme penyelesaian sengketa di sektor jasa keuangan di Grand Hyat, Jakarta, Kamis (7/11/2013).
Padahal banyak hal yang bisa dibagi untuk para konsumen. Terutama terkait risiko yang harus ditempuh oleh nasabah apabila terjadi permasalahan.
"Ini juga menjadi jawaban pencegahan untuk nasabah sebelum terjadi sengketa," tegasnya.
Bahkan menjadi kebiasaan buruk selanjutnya adalah ketika produk sudah dibeli, para agen menjauh dari konsumen. Ini menurut Muliaman menjadi citra buruk bagi perusahaan kedepannya.
"Nah biasanya kalau konsumen bayar premi, itu tidak pernah disapa atau dihubungi lagi," sebutnya.
Muliaman mengatakan kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlangsung terus menerus. Karena mengingat keinginan semua pelaku industri keuangan yang selalu menghargai konsumen.
"Nah cara seperti itu bukan lagi mode kedepan. Itu bertentangan dengan apa yang menjadi persoalan," kata Muliaman.
Banyaknya persoalan asuransi yang berujung sengketa di Indonesia tampak cukup mengkhawatirkan. Salah satu penyebabnya ternyata adalah para agen asuransi yang terlalu berlebihan dalam menawarkan produknya.
Ketua Dewan Komisoner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menuturkan para agen asuransi tampak tidak transparan dalam menjual produk. Biasanya selalu yang positif diceritakan kepada nasabah.
"Kadang agen itu suka kurang transparan dalam menjual produknya. Biasanya diceritakan enak-enaknya saja," ujarnya dalam seminar mekanisme penyelesaian sengketa di sektor jasa keuangan di Grand Hyat, Jakarta, Kamis (7/11/2013).
Padahal banyak hal yang bisa dibagi untuk para konsumen. Terutama terkait risiko yang harus ditempuh oleh nasabah apabila terjadi permasalahan.
"Ini juga menjadi jawaban pencegahan untuk nasabah sebelum terjadi sengketa," tegasnya.
Bahkan menjadi kebiasaan buruk selanjutnya adalah ketika produk sudah dibeli, para agen menjauh dari konsumen. Ini menurut Muliaman menjadi citra buruk bagi perusahaan kedepannya.
"Nah biasanya kalau konsumen bayar premi, itu tidak pernah disapa atau dihubungi lagi," sebutnya.
Muliaman mengatakan kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlangsung terus menerus. Karena mengingat keinginan semua pelaku industri keuangan yang selalu menghargai konsumen.
"Nah cara seperti itu bukan lagi mode kedepan. Itu bertentangan dengan apa yang menjadi persoalan," kata Muliaman.
Kamis, 10 Juli 2014
Selain Membantu Orang Beransuransi, Bisnis Asuransi Juga Ok
Di samping niat baik
untuk menolong orang yang kesusahan, berbagai bonus dan komisi yang
menjanjikan dari menjadi seorang agen asuransi itu sempat melambungkan
impian Mamiek, sebut saja demikian namanya.
Dibandingkan
penghasilannya ketika masih menjadi salah satu staf di sebuah perusahaan
media cetak yang baru di Jakarta, tentunya mimpi menjadi ‘jutawan’
mendadak ini sangatlah menggiurkan.
Meskipun tidak mempunyai
gaji, dia tergiur oleh jam kerja yang fleksibel dan pastinya pendapatan
yang tak terbatas! Mungkinkah demikian? Menurut Mamiek yang menjadi
Unit Manager asuransi Prudential sejak dua tahun lalu, pendapatan komisi
bisa mencapai 30% dari total premi yang dibayarkan nasabah selama dua
tahun, lalu selama tiga tahun akan mendapat komisi 5%.
Ini masih belum ditambah
bonus tahunan sebesar 12%! Wow! Sebagai seorang Unit Manager, dia pun
masih bisa menerima komisi tapi sifatnya off-raging.
Jadi tidak heran jika
ada seorang agen yang bisa mencapai penghasilan Rp100 juta per bulan dan
itu bisa dicapai dalam lima tahun. “Pendapatan ini pun masih bisa terus
naik. Bahkan ada agen yang bisa mencatat rekor pendapatan Rp2 miliar
per bulan,” tutur Mamiek.
Tentunya bagi Mamiek,
masalah pendapatan yang tak terbatas ini merupakan salah satu faktor
penyemangat di samping dia juga merasakan bonus yang sifatnya
non-materi, seperti penghargaan yang tiada henti bagi prestasi yang
dicapai baik dari perusahaan di Indonesia maupun dari pusatnya di luar
negeri.
Komisi dan
bonus bertaburan sehingga membangkitkan semangat sang agen untuk meraih
pendapatan yang lebih dan lebih lagi. Meskipun di perusahaan asuransi
ini, komisi yang diterima berbeda-beda untuk tiap produknya. Secara
rata-rata, untuk agen yang produktif alias rajin menjual produk
asuransinya, bisa mendapat komisi Rp2 juta sedangkan untuk agen top bisa
mendapat komisi di atas Rp20 juta.
Kompensasi
penjualan yang bakal diterima sang agen berupa komisi dan bonus uang
bila sang agen mampu menembus target rata-rata yang ditetapkan
perusahaan. Selain itu ia juga bisa menikmati komisi dari hasil
penjualannya pada tahun-tahun berikutnya.
Bonus lain yang bakal
diterima bagi agen juga termasuk perlindungan kesehatan setelah
bergabung selama dua bulan. Masa tua pun terjamin dengan nilai pensiun
ratusan juta rupiah karena selama bekerja perusahaan ikut mensubsidi 5%
di samping iuran dari karyawan itu sendiri sebesar 5%.
“Kalau ditanya pekerjaan apa yang pendapatannya tetap bertahan di saat krisis, ya asuransi,” ujar seorang agen.
Masalahnya, pekerjaan
yang satu ini kadung diberi persepsi negatif sehingga ‘wibawa’nya kian
luntur. Padahal, dari sisi besaran komisi sangat menjanjikan dan apa
yang didapat beserta fasilitas yang diberikan bisa melebihi penghasilan
seorang manajer.
Komisi agen asuransi
sebenarnya bergantung pada berapa keras usaha mereka untuk merangkul
banyak klien dalam mengambil premi asuransi. Pola payment seperti ini,
komisi plus bonus-bonus lainnya, berbeda sekali dengan patokan gaji
pokok yang biasa diterima pegawai kantoran.
Oleh sebab itu, seorang
agen harus dibekali amunisi berisi kesabaran, semangat kerja keras,
loyalitas, jujur, dan pantang menyerah agar mampu memberikan
pemahaman-bukan hanya informasi-yang baik kepada klien mengenai
asuransi.
Bila berhasil, komisi
dan sederet ‘penghargaan’ lainnya sudah menanti untuk dinikmati. Kalau
bonus uang mungkin sudah tidak asing seorang agen bisa jalan-jalan ke
luar negeri, atau keliling dunia.
Senin, 07 Juli 2014
Perlindungan Terhadap Resiko Hidup
Andai kutahu, Kapan tiba ajalku, Ku akan memohon,
Tuhan tolong panjangkan umurku…….(Ungu Band)
Lirik lagu yang sangat bagus sekali dari Ungu Band, patut untuk kita jadikan bahan perenungan. Tidak seorang pun dari kita tahu kapan habis masa kita di dunia yang fana ini. Bisa tahun depan, bulan depan, bulan ini, minggu ini atau bahkan beberapa menit lagi. Bisa karena apa saja, bisa sakit, jatuh, kecelakaan dll.
Seorang teman mengatakan “Begitu kita menginjakkan kaki ke pesawat, kita harus siap untuk mati”. Tidak, tidak harus pesawat. Beberapa waktu lalu, KM. Senopati Nusantara tenggelam. Beberapa hari lalu, Kereta Api Bengawan, anjok di Banyumas. Semuanya menjadi sebab kematian. Dan baru saja kita melihat berita kecelakaan lalulintas saat mudik yang menyebabkan korban tewas atau luka-luka.
Lalu apa kita harus menghindar dari kendaraan-kendaraan itu atau saat lebaran kita tidak mudik?
Kematian itu rahasia Tuhan. Banyak jalan menuju kematian. Yang sedang diam di rumah pun bisa mati. Kita tak bisa menghindar dari kematian. Semua yang hidup pasti akan mati
Bersyukurlah kita karena kita tak pernah tahu kapan ajal akan tiba, dan dengan cara apa ajal akan menjemput kita. Seandainya setiap manusia sudah tahu kapan ajal akan tiba, atau akan seperti apa jalan hidupnya sampai ajal tiba, hidup akan membosankan dan monoton. Dan hanya akan dua tipe manusia di bumi ini: manusia tertawa dan manusia menangis. Yang jalan hidupnya indah akan tertawa sepanjang hidupnya, sedangkan yang pahit akan terus-terusan menangis dan meratap.
Namun karena justru ia adalah rahasia kepunyaan Sang Pemilik Hidup, kehidupan menjadi lebih penuh warna, memberi dinamika. Yang baru saja tertawa, tiba-tiba dipaksa atau terpaksa menangis. Dan sebaliknya. Karena manusia tidak pernah tahu rahasia yang satu ini, setiap orang dapat merencanakan hidupnya, bermimpi tentang kehidupan yang lebih baik, dan bercita-cita menjalani hidup sesuai pilihannya. Dan karena apa yang akan terjadi dalam perjalanan waktu ke depan bahkan untuk sedetik berikutnya bersifat tidak pasti, manusia sesungguhnya memerlukan suatu cara untuk mengurangi risiko atas ketidakpastian itu.
Misalnya ketika gambaran-gambaran hidup yang mereka susun menyimpang dari yang dibayangkan, dunia yang ingin mereka jalani berbeda antara harapan dan kenyataan, atau ketika Tuhan meminta kita “selesai”.
Namun, meski sebagian besar orang tahu bahwa ia harus mengurangi risiko itu, belum banyak orang yang bersedia berpikir ke arah sana. Atau kalaupun bersedia, belum tahu bagaimana caranya dan dengan apa. Di situlah peran utama ASURANSI. Masih sedikit orang yang “melek” terhadap asuransi, bahkan di kalangan yang sebenarnya memiliki kemampuan ekonomi untuk ikut dalam program perlindungan risiko tersebut. Bagi sebagian orang, asuransi dipandang kurang memberi manfaat karena biaya yang harus mereka keluarkan bisa mereka kelola sendiri dan berpotensi mendapatkan keuntungan lebih besar.
Sebagian lagi malah menganggap asuransi itu seperti judi. Padahal, perbedaannya sangat terang benderang. Dalam judi, orang dihadapkan pada satu dari dua kemungkinan, menang atau kalah. Untung atau rugi. Orang yang berjudi adalah orang yang mencari risiko dan mengambil risiko itu untuk dirinya.
Sementara orang yang berasuransi adalah orang yang menghindari risiko. Filosofi asuransi, berbeda dari judi. Filosofi asuransi adalah memberikan dukungan (finansial) tatkala seseorang atau lembaga mengalami kehilangan (barang, jasa, kesempatan, hingga nyawa) atau kerugian. Kalau judi bersifat menciptakan risiko dengan mencari keuntungan (dengan risiko yang sama besar akan mendapatkan kerugian), maka asuransi tidak bersifat mencari keuntungan (finansial) tetapi mengurangi dan menghindari risiko.
Mengapa risiko itu harus dihindari? Karena seperti bait lagu tadi, tahu kapan ajal tiba, atau kapan malang akan datang, hanyalah andai-andai…
Mari berasuransi , karena Asuransi adalah Mitra Anda Menuju Sejahtera
Tuhan tolong panjangkan umurku…….(Ungu Band)
Lirik lagu yang sangat bagus sekali dari Ungu Band, patut untuk kita jadikan bahan perenungan. Tidak seorang pun dari kita tahu kapan habis masa kita di dunia yang fana ini. Bisa tahun depan, bulan depan, bulan ini, minggu ini atau bahkan beberapa menit lagi. Bisa karena apa saja, bisa sakit, jatuh, kecelakaan dll.
Seorang teman mengatakan “Begitu kita menginjakkan kaki ke pesawat, kita harus siap untuk mati”. Tidak, tidak harus pesawat. Beberapa waktu lalu, KM. Senopati Nusantara tenggelam. Beberapa hari lalu, Kereta Api Bengawan, anjok di Banyumas. Semuanya menjadi sebab kematian. Dan baru saja kita melihat berita kecelakaan lalulintas saat mudik yang menyebabkan korban tewas atau luka-luka.
Lalu apa kita harus menghindar dari kendaraan-kendaraan itu atau saat lebaran kita tidak mudik?
Kematian itu rahasia Tuhan. Banyak jalan menuju kematian. Yang sedang diam di rumah pun bisa mati. Kita tak bisa menghindar dari kematian. Semua yang hidup pasti akan mati
Bersyukurlah kita karena kita tak pernah tahu kapan ajal akan tiba, dan dengan cara apa ajal akan menjemput kita. Seandainya setiap manusia sudah tahu kapan ajal akan tiba, atau akan seperti apa jalan hidupnya sampai ajal tiba, hidup akan membosankan dan monoton. Dan hanya akan dua tipe manusia di bumi ini: manusia tertawa dan manusia menangis. Yang jalan hidupnya indah akan tertawa sepanjang hidupnya, sedangkan yang pahit akan terus-terusan menangis dan meratap.
Namun karena justru ia adalah rahasia kepunyaan Sang Pemilik Hidup, kehidupan menjadi lebih penuh warna, memberi dinamika. Yang baru saja tertawa, tiba-tiba dipaksa atau terpaksa menangis. Dan sebaliknya. Karena manusia tidak pernah tahu rahasia yang satu ini, setiap orang dapat merencanakan hidupnya, bermimpi tentang kehidupan yang lebih baik, dan bercita-cita menjalani hidup sesuai pilihannya. Dan karena apa yang akan terjadi dalam perjalanan waktu ke depan bahkan untuk sedetik berikutnya bersifat tidak pasti, manusia sesungguhnya memerlukan suatu cara untuk mengurangi risiko atas ketidakpastian itu.
Misalnya ketika gambaran-gambaran hidup yang mereka susun menyimpang dari yang dibayangkan, dunia yang ingin mereka jalani berbeda antara harapan dan kenyataan, atau ketika Tuhan meminta kita “selesai”.
Namun, meski sebagian besar orang tahu bahwa ia harus mengurangi risiko itu, belum banyak orang yang bersedia berpikir ke arah sana. Atau kalaupun bersedia, belum tahu bagaimana caranya dan dengan apa. Di situlah peran utama ASURANSI. Masih sedikit orang yang “melek” terhadap asuransi, bahkan di kalangan yang sebenarnya memiliki kemampuan ekonomi untuk ikut dalam program perlindungan risiko tersebut. Bagi sebagian orang, asuransi dipandang kurang memberi manfaat karena biaya yang harus mereka keluarkan bisa mereka kelola sendiri dan berpotensi mendapatkan keuntungan lebih besar.
Sebagian lagi malah menganggap asuransi itu seperti judi. Padahal, perbedaannya sangat terang benderang. Dalam judi, orang dihadapkan pada satu dari dua kemungkinan, menang atau kalah. Untung atau rugi. Orang yang berjudi adalah orang yang mencari risiko dan mengambil risiko itu untuk dirinya.
Sementara orang yang berasuransi adalah orang yang menghindari risiko. Filosofi asuransi, berbeda dari judi. Filosofi asuransi adalah memberikan dukungan (finansial) tatkala seseorang atau lembaga mengalami kehilangan (barang, jasa, kesempatan, hingga nyawa) atau kerugian. Kalau judi bersifat menciptakan risiko dengan mencari keuntungan (dengan risiko yang sama besar akan mendapatkan kerugian), maka asuransi tidak bersifat mencari keuntungan (finansial) tetapi mengurangi dan menghindari risiko.
Mengapa risiko itu harus dihindari? Karena seperti bait lagu tadi, tahu kapan ajal tiba, atau kapan malang akan datang, hanyalah andai-andai…
Mari berasuransi , karena Asuransi adalah Mitra Anda Menuju Sejahtera
Mengapa Orang Cenderung Malas Bahas Asuransi
Selamat Siang Sahabat-sahabat semuannya, pada kali ini saya akan membahas tentang mengapa orang-orang cenderung malas untuk membahas masalah asuransi. Sesungguhnya mereka menghindari pembicaraan tentang asuransi karena
berhubungan dengan hal-hal yang tidak mereka sukai. Wajar bukan? Jika
kita- katakan- tidak suka dengan seorang artis, maka kita pasti enggan
membicarakannya bukan. Mendengarkan namanya atau lagunya saja sudah mual
rasanya perut ini hehehe… Kematian, kecelakaan, cacat dan sakit.
Kata-kata yang semoga saja kita tidak pernah mengalaminya. Semua orang
mungkin membenci keadaan tersebut.
Sayangnya dengan bersikap demikian berarti mereka menghindari sebuah
bagian vital dari sebuah perencanaan keuangan. Semua orang pasti
meninggal bukan, dan 80% orang meninggal pasti melewati masa-masa
kritis. Kecelakaan yang menyebabkan kecacatan dapat terjadi kapan saja,
tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Banyak kasus bermunculan dimana
keluarga ditinggalkan menderita bertahun-tahun akibat sang pencari
nafkah meninggal.
Kenapa banyak sekali orang yang tidak percaya dengan Asuransi Jiwa?
Setiap orang ingin pergi ke surga, tapi tidak seorangpun yang ingin mati, hanya sebuah peribahasa. Sebagai orang yang beragama tentunya kita harus yakin dan ikhlas bahwa semua orang pasti meninggal, bukan?
Kenapa banyak sekali orang yang tidak percaya dengan Asuransi Jiwa?
Setiap orang ingin pergi ke surga, tapi tidak seorangpun yang ingin mati, hanya sebuah peribahasa. Sebagai orang yang beragama tentunya kita harus yakin dan ikhlas bahwa semua orang pasti meninggal, bukan?
Orang pasti akan percaya dengan asuransi jika dia percaya bahwa
keluarganya akan menerima sejumlah uang di saat-saat kritis.
Permasalahannya adalah untuk mendapatkan proteksi itu kita mesti
mengeluarkan sejumlah uang. Dan kita tidak mendapatkan apapun di saat
kita membayarkan premi. Beda dengan pakaian atau makanan yang dapat kita
pakai atau makan sesaat kita bayarkan uangnya di kasir.
Jadi pada saat orang tidak ingin mengeluarkan sejumlah uang untuk proteksi (yang belum tentu terasa akibatnya secara langsung), pada saat itulah dia akan mengeluarkan alasan bahwa dia tidak percaya dengan asuransi. Ironis sekali, karena dia akan mengorbankan kelangsungan kesejahteraan keluarganya jika dia tenyata sudah tidak dapat menghasilkan karena sakit kritis, kecelakaan atau bahkan meninggal.
Kenapa banyak orang merasa tidak memiliki uang untuk asuransi jiwa?
Jadi pada saat orang tidak ingin mengeluarkan sejumlah uang untuk proteksi (yang belum tentu terasa akibatnya secara langsung), pada saat itulah dia akan mengeluarkan alasan bahwa dia tidak percaya dengan asuransi. Ironis sekali, karena dia akan mengorbankan kelangsungan kesejahteraan keluarganya jika dia tenyata sudah tidak dapat menghasilkan karena sakit kritis, kecelakaan atau bahkan meninggal.
Kenapa banyak orang merasa tidak memiliki uang untuk asuransi jiwa?
Permasalahan uang disini sebenarnya bukan masalah memiliki atau tidak,
melainkan apakah asuransi jiwa ditempatkan pada prioritas “belanja” atau
tidak. Karena kompetisi dari produk atau investasi lainnya yang jelas
lebih nyata akan membuat orang merasa asuransi bukan menjadi prioritas
utama. Ini adalah prioritas utama yang “manfaat” belum akan Anda rasakan
sekarang. Ingat pepatah lama : “jangan mulai menggali sumur ketika Anda
sudah merasa haus, karena itu sudah menjadi sangat terlambat.”
Kenapa banyak orang ragu untuk mengasuransikan diri mereka?
Menunda memang karakter umum manusia. Dan kita tentu akan terus berusaha berpikir bahwa kita akan sehat selamanya. Pemikiran semacam itu yang akan mebawa orang untuk tetap mengulur-ulur waktu. Sampai pada waktunya kejadian yang mereka takutkan itu datang, sakit kritis misalnya, mereka baru akan bisa berpikir positif tentang asuransi.
Kenapa banyak orang merasa bahwa asuransi jiwa hanya bagi orang kaya saja?
Justru kemungkinan mereka yang tidak perlu lagi karena mereka sudah punya “sesuatu” yang diwariskan buat keluarganya jika si kepala kelaurga meninggal. Lalu bagaimana si “menengah”, jika untuk menyisihkan 10% dari penghasilan mereka saja sudah tidak sanggup, lalu bagaimana jika mereka kehilangan 100% dari pemasukan keluarga mereka?
“Penghasilan Anda dapat digunakan untuk membeli rumah baru apabila rumah Anda musnah ditelah api tanpa asuransi
“Pernghasilan Anda dapat dipergunakan untuk menggantikan mobil apabila mobil Anda dirusah tanpa asuransi”
“Dapatkah penghasilan Anda digantikan apabila Anda meninggal tanpa asuransi?”
Kenapa banyak orang ragu untuk mengasuransikan diri mereka?
Menunda memang karakter umum manusia. Dan kita tentu akan terus berusaha berpikir bahwa kita akan sehat selamanya. Pemikiran semacam itu yang akan mebawa orang untuk tetap mengulur-ulur waktu. Sampai pada waktunya kejadian yang mereka takutkan itu datang, sakit kritis misalnya, mereka baru akan bisa berpikir positif tentang asuransi.
Kenapa banyak orang merasa bahwa asuransi jiwa hanya bagi orang kaya saja?
Justru kemungkinan mereka yang tidak perlu lagi karena mereka sudah punya “sesuatu” yang diwariskan buat keluarganya jika si kepala kelaurga meninggal. Lalu bagaimana si “menengah”, jika untuk menyisihkan 10% dari penghasilan mereka saja sudah tidak sanggup, lalu bagaimana jika mereka kehilangan 100% dari pemasukan keluarga mereka?
“Penghasilan Anda dapat digunakan untuk membeli rumah baru apabila rumah Anda musnah ditelah api tanpa asuransi
“Pernghasilan Anda dapat dipergunakan untuk menggantikan mobil apabila mobil Anda dirusah tanpa asuransi”
“Dapatkah penghasilan Anda digantikan apabila Anda meninggal tanpa asuransi?”
HENDRA MAYU CIPTA
0823-6835-6676
GENERALI INDONESIA
GENERALI INDONESIA
Langganan:
Postingan
(
Atom
)





